Raja Ampat , Keindahan biota laut asli Indonesia





Keindahan bawah laut Raja Ampat Papua memang bukan lagi hal baru. Bukan saja bagi penduduk Indonesia, bahkan dunia internasional sering membicarakan betapa eksotisnya gugusan pulau di timur Indonesia ini. Dengan banyaknya pilihan pulau yang indah, Raja Ampat Papua masuk ke dalam daftar destinasi yang wajib dikunjungi dan menjadi surga bagi para traveler.
Dengan 610 gugusan pulau di Raja Ampat Papua, Anda akan disajikan dengan banyaknya spot diving. Belum lagi dengan banyaknya biota laut unik yang akan menemani diving Anda. Sudah pasti akan jadi pengalaman yang menyenangkan, bukan? Jika Anda memiliki rencana untuk menyelam di kedalaman laut Raja Ampat Papua, berikut spot diving yang tidak boleh Anda lewatkan.


Cross Wreck
Terletak di 300 km sebelah timur dari Sorong atau membutuhkan waktu tempuh sekitar 15 jam, Cross Wreck hadir sebagai destinasi wajib jika Anda akan diving di Raja Ampat Papua. Panggilan “Cross Wreck” sebagai nama tempat ini bukan tanpa alasan. Kata “cross” merujuk kepada salib, sebab tempat ini merupakan pantai terdekat para misionaris mendarat di pulau yang khas akan burung Cenderawasihnya. Sementara itu, kata “wreck” ditujukan pada sebuah peristiwa kecelakaan yang menyebabkan patroli perahu angkatan laut Jepang tenggelam pada masa Perang Dunia II. Bangkai kapal dari kejadian ini pun kini menjadi spot penyelaman yang wajib Anda kunjungi.
Dalam kedalaman 18 meter, Anda dapat tiba dan melihat langsung sebuah situs sejarah, yakni bangkai kapal Jepang tersebut. Tentu saja, kapal tersebut bukanlah satu-satunya yang “bersemayam” di sana. Namun, kapal ini adalah salah satu yang mudah dijangkau. Di dalamnya, Anda dapat menjelajah ruang komunikasi, ruang mesin, ruang operator, dan juga ruang amunisi.
Bangkai kapal ini juga relatif utuh bentuknya, jadi Anda masih dapat melihat bagian-bagian penting dan kini menjadi hunian bagi beberapa ikan, seperti ikan singa. Selain itu, Anda pun dapat menemui biota laut lainnya seperti gurita, ikan daun, ikan setan, atau udang mantis. Penyelaman di malam hari juga memungkinkan untuk dilakukan di Cross Wreck, Raja Ampat Papua. Justru, saat malam, akan banyak ikan-ikan aneh yang bersembunyi di reruntuhan kapal. Waktu penyelaman paling baik adalah pada bulan Maret hingga November.


Selat Dampier
Selat Dampier merupakan salah satu area besar yang terdiri dari beragam spot diving yang menarik. Salah satu yang menjadi andalan di Selat Dampier ini adalah Mike’s Point. Berlokasi di Selat Dampier atau sering disebut Dampier Strait oleh para divers internasional, daerah ini memiliki kekhasan yang berbeda dengan daerah lain, yakni dari segi sejarah. Bayangkan saja, salah satu keindahan tempat ini ditimbulkan oleh kesalahan U.S. Air Force pada Perang Dunia II. Kapal perang tersebut mengira daerah tersebut merupakan kapal tentara Jepang dan menjatuhkan bom di sana. Ledakan tersebut yang kemudian menjadi alur di dinding dan gua-gua yang menjadi spot penyelaman Namun, hati-hati. Sebab arus yang kuat dapat menarik Anda hingga 30 meter jauhnya.
Biota laut yang akan menemani pengalaman diving Anda di sini, di antaranya sweet lips tropical carangidi atau ikan besar seperti hiu. Pada bagian lain, terdapat juga taman terumbu karang yang indah, tempat para ikan kecil dan hiu karpet tinggal. Bagaimana? Tertarikkah Anda mengunjungi Selat Dampier?

Blue Magic
Salah satu spot diving yang paling dikenal mata internasional di Raja Ampat Papua adalah Blue Magic. Di tempat ini, Hiu Lonjor, Tuna, dan berbagai sekolahan ikan muncul ibarat sebuah parade yang ramai. Selain itu, Anda pun dapat melihat keajaiban dari gurita bercincin biru yang sering ditemui di tempat ini.
Panorama bawah lautnya yang eksotis membuat para penyelam selalu jatuh cinta dengan tempat ini. JIka ingin mengunjunginya, lokasinya dekat dengan Pulau Kri. Spot ini pun dapat dicapai dari kota Waisai. Dengan cara masuknya yang “tricky” dan arus cepat, tempat ini menjadi sebuah tantangan bagi para penyelam. Oleh sebab itu, Anda perlu lebih berkonsentrasi dalam menyelam.

Komentar